“Objek dapur Hotel Horison Ultima Menteng, pemadaman selesai (hijau),” tulis laporan Command Center Disgulkarmat DKI.
Api yang berkobar hanya melanda bagian dapur dan tidak sampai ke ruangan lainnya. Belum diketahui kerugian yang disebabkan kebakaran itu.
Sebanyak tiga unit damkar dan sembilan personel dikerahkan dalam proses pemadaman. Dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Pengerahan 3 unit dan 9 personel, korban nihil,”demikian Command Center Disgulkarmat DKI.
Menkes Sebut Orang Gaji Rp15 Juta Lebih Pintar, Nabil Haroen: Rakyat Kecil Hidup Sederhana Namun Berkontribusi Buat Negara!
Pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang menyebut orang bergaji Rp15 juta per bulan lebih pintar dan sehat dibandingkan orang bergaji Rp5 juta per bulan mendapat sorotan berbagai pihak.
Menkes mengungkapkan hal ini saat dialog bertema “Double Check” yang dihadiri Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Mantan anggota Komisi IX DPR RI, mengatakan, pernyataan bahwa orang bergaji Rp 15 juta pasti lebih sehat dan pintar dibandingkan yang bergaji Rp5 juta menyentuh sisi sensitif banyak orang. Menurutnya, ini bukan sekadar soal logika, tapi soal rasa keadilan.
“Saya memahami niat baik Menteri Kesehatan yang ingin menekankan pentingnya kesehatan dan kecerdasan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Namun dalam komunikasi publik, cara menyampaikan pesan tak kalah penting dari isi pesan itu sendiri,” ujar Nabil, Minggu (18/5/2025).
Ketua Umum PP Pagar Nusa ini mengatakan, banyak rakyat kecil petani, buruh, guru honorer, tenaga kesehatan kontrak, pedagang kaki lima hidup dalam kesederhanaan, namun mereka sehat, cerdas, dan berkontribusi besar bagi negeri ini.
“Gaji mereka mungkin kecil, tapi integritas dan kerja keras mereka jauh melampaui nilai nominal. Merekalah tulang punggung bangsa,”ujarnta,
Menyederhanakan nasib mereka seolah akibat dari “kurang sehat dan kurang pintar” justru mengabaikan kenyataan bahwa sistem sering kali belum memberi ruang yang adil bagi mereka untuk berkembang,” sambung Nabil.
Pemerintah kata dia semestinya hadir bukan hanya lewat kebijakan, tapi juga melalui narasi yang memuliakan rakyat kecil.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membagikan bantuan sumur bor dan paket sembako ke warga Kalimantan Timur (Kaltim). Pemberian tersebut merupakan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Gound Breaking pembangunan Asrama Polresta Samarinda yang berlokasi di Jalan Gelatik, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (17/5/2025).
“Termasuk juga baru saja kita bagikan 2.000 paket sembako yang dibagikan bersama-sama antara TNI, Polri, dan juga beberapa bagian dari kelompok komunitas, jaga kambtimbas, yang tentunya ini menunjukkan bahwa sinergitas antara TNI, Polri, masyarakat di Kaltim sangat bagus sekali,” kata Sigit.
Sementara tujuh titik sumur bor tersebut tersebar di berbagai wilayah, seperti permukiman warga Kelurahan Ampar, Pesantren Syaicuna Cholil Balikpapan Selatan, Gereja Pantekosta Serikat Indonesia, Pura Sang Hyang Agung, GBIB Lamaru, SMP 13 Balikpapan, dan Mushola Baiturahman Balikpapan Timur.
“Ini tentunya akan sangat membantu dalam menjaga, selain masalah stabilitas Kamtimas, tentunya ujumnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi, dan selamat bahwa pertumbuhan ekonomi di Samarinda khususnya ada di angka 8,6 persen,” ujar Sigit.
Menurut Sigit, hal ini diharapkan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Hal ini juga dilakukan dengan menjalin sinergisitas dengan seluruh elemen masyarakat.
“Dan ini semua tentunya bisa terjadi karena sinergisitas antara aparat, demikian juga dengan masyarakat, dengan swasta, ini bisa terbangun dengan baik. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih untuk seluruh rekan-rekan, pemerintah daerah, forkompinda, warga Samarinda yang ada, dan juga masyarakat, dan harapan kita semua yang kita lakukan ini tentu akan membawa kebaikan untuk masyarakat,” tutup Sigit.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi meluncurkan Pasukan Putih, JakCare dan JakAmbulans. Politikus PDIP itu menjelaskan masing-masing tujuan dibentuknya program tersebut untuk masyarakat Ibu Kota.
“Pasukan Putih adalah layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama untuk lansia. Bagi 18 tahun ke atas, misalnya terkena persoalan diabetes, stroke, dan sebagainya, maka Pasukan Putih ini akan memberikan layanan kesehatan,” kata Pramono di Rusun Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025).
Sementara itu, Pramono menyebut bahwa JakCare dan JakAmbulans untuk membantu para lansia, penderita penyakit kronis, serta warga yang terkena gangguan kesehatan mental atau mental health.
Untuk JakCare sendiri layanan konsultasi yang berfokus pada kesehatan jiwa masyarakat. Melalui layanan ini, masyarakat dapat melakukan konseling langsung dengan tenaga psikolog klinis melalui aplikasi JAKI atau sambungan telepon.
Ia berharap program tersebut dapat bermanfaat untuk kesehatan mental warganya. “Saya surprise tadi JakCare menyelamatkan dua kasus bunuh diri. Satu minum racun, dan satu lagi memotong nadi. Jadi ini menunjukkan bahwa apa yang kami gagas mudah-mudahan bermanfaat bagi warga Jakarta,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan layanan JakAmbulans, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 86 ambulans advance (dilengkapi alat medis) dan 17 URC (Unit Reaksi Cepat) berupa sepeda motor untuk menjangkau masyarakat di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau dengan mobil. Masyarakat yang membutuhkan layanan ini dapat menghubungi 112 dan 119 atau melalui aplikasi JAKI.
Michael Sinaga Diperiksa Polisi Terkait Kasus Ijazah Jokowi, Ditanya soal Podcast Miliknya
Podcaster Michael Sinaga diperiksa polisi dalam kasus ijazah Jokowi, dia menjelaskan tentang kepengurusan podcast miliknya itu. Sejauh ini, dia baru diperiksa berkaiatan data dirinya tersebut.
“Saya tadi ditanyai riwayat hidup, masih di awal-awal lah, ditanyakan tentang Sentana (TV), yang dahulunya berupa koran (bertransformasi) menjadi podcast setelah perkembangan zaman, lalu media ini siapa pengurusnya,” ujarnya pada wartawan, Rabu (14/5/2025).
Menurutnya, saat ini pemeriksaan berhenti sementara untuk beristirahat. Usai beristirahat pemeriksaan bakal kembali dilanjutkan. Sejatinya, sejauh ini pertanyaan yang dilontarkan penyelidik masih seputar riwayat hidup hingga nama podcast miliknya.
“Saya di sini juga sebagai wartawan yang bersertifikasi wartawan utama dan seharusnya kalau mau tanyakan terkait pemberitaan, bisa melalui Dewan Pers, sepantasnya seperti itu. Tetapi sebagai warga negara yang baik, saya mendapat surat panggilan untuk klarifikasi, ya saya datang,” tuturnya.
Dia menilai, polisi ingin menanyakan soal tayangan dalam podcastnya itu, seharusnya polisi bisa berkoordinasi dengan Dewan Pers karena soal jurnalis dan produk jurnalistik itu kewenangannya Dewan Pers. Manakala dia ditanyakan soal laporan yang dilayangkan Presiden RI ke 7, Jokowi, dia tak tahu menahu.
“Di undangannnya, hanya (diminta) mengklarifikasi peristiwa tanggal 26 Maret yang dilaporkan oleh Bapak Ir Joko Widodo. Di mana, tanggal 26 Maret itu saya berada di rumah, beristirahat, dan tidak melakukan kegiatan jurnalistik apa-apa, jadi saya menanyakan nih dan belum dijelaskan para penyelidik atau penyidik, apa yang ada di tanggal 26 (Maret) itu yang harus saya klarifikasi, dan belum sampai ke situ,” katanya.
Profil Michael Sinaga, Podcaster yang Dipanggil Polisi soal Laporan Ijazah Palsu
Profil Michael Sinaga, Podcaster yang dipanggil Polisi soal laporan ijazah palsu Jokowi, akan diulas lengkap dalam artikel Okezone. Sebelumnya, Michael tidak menghadiri panggilan pertama yang dijadwalkan pada Jumat (9/5).
Michael menjelaskan tentang kepengurusan podcast miliknya itu. Sejauh ini, dia baru diperiksa berkaiatan data dirinya tersebut.
“Saya tadi ditanyai riwayat hidup, masih di awal-awal lah, ditanyakan tentang Sentana (TV), yang dahulunya berupa koran (bertransformasi) menjadi podcast setelah perkembangan zaman, lalu media ini siapa pengurusnya,” ujarnya pada wartawan, Rabu (14/5/2025).
Sejauh ini kata diam pertanyaan yang dilontarkan penyelidik masih seputar riwayat hidup hingga nama podcast miliknya.
Saya di sini juga sebagai wartawan yang bersertifikasi wartawan utama dan seharusnya kalau mau tanyakan terkait pemberitaan, bisa melalui Dewan Pers, sepantasnya seperti itu. Tetapi sebagai warga negara yang baik, saya mendapat surat panggilan untuk klarifikasi, ya saya datang,” tutupnya.
Polisi Tangkap 65 Preman yang Berkeliaran di Kawasan Industri Karawang
Polres Karawang mengerahkan anggotanya menyisir kawasan industri Karawang yang sering mendapat gangguan preman. Sedikitnya 65 orang diduga preman ditangkap karena kedapatan melakukan pemalakan. Modus operandi dilakukan dengan alasan uang rokok.
Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian mengatakan polisi diterjunkan ke kawasan industri seperti Karawang International Industrial City (KIIC) karena mendapat laporan masyarakat sering terjadi aksi premanisme diwilayah tersebut. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan menyisir kawasan industri.
“Mereka kedapatan melakukan pemalakan terhadap pekerja yang sedang memperbaiki lampu penerangan jalan umun (PJU). Modus yang dilakukan dengan meminta uang rokok kepada pekerja proyek,” kata Fiki Novian saat jumpa pers di Mapolres Karawang, Rabu (14/5/2025).
Menurut Fiki, selain kawasan industri sejumlah tempat yang rawan aksi premanisme juga disisir. Semua Polsek bergerak kelapangan dan menangkap pelaku premanisme. “Sudah 65 orang ditangkap berikut barang buktinya. Kami masih menyisir lokasi berdasarkan laporan masyarakat,” katanya.
Masih di kawasan industri polisi juga menangkap juru parkir disejumlah titik di seputaran kawasan indutri. Juru parkir kedapat mengutip uang parkir terlalu besar hinggaj meresahkan masyarakat. “Biasanya Rp2.000 sampai Rp5.000 tapi mereka mengutip parkir sesukanya lebih tinggi dari biasanya,” katanya.
Menurut Fiki Polres Karawang masih akan melakukan penyisiran di kawasan industri untuk menciptakan rasa aman bagi pelaku industri. Pelaku industri harus terjamin kondusifitas menjalankan usahanya. “Investasi di Karawang harus aman dari gangguan preman,” katanya.
Ketua Fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto mengungkap bahwa pelaksanaan Kongres partai berlambang moncong putih berpeluang diundur. Menurutnya, rapat besar tersebut kemungkinan batal diselenggarakan pada bulan Juni 2025.
“Ya, saya tidak bisa ngomong, tapi kalau Juni dugaan saya belum,” kata Utut di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025).
Kendati demikian, Ketua Komisi I DPR RI itu enggan mengungkap alasan yang membuat pelaksanaan Kongres itu belum ada kepastian jadwalnya.
“Kalau dugaan itu kan ada asumsi, ada penglihatan lapangan,” ujarnya
Di sisi lain, Utut memastikan bahwa seluruh kader sejatinya masih menginginkan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum (ketum) lagi. Namun, keinginan itu dikembalikan lagi kepada Megawati sendiri.
“Teman-teman baik dari DPD maupun kader masih ingin ibu (Megawati) lagi, ya tergantung ibu. Kalau ibu masih berkenan kan, masih beliau, tapi semuanya kan tergantung ibu,” pungkasnya.
Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 22 Kg Sabu, Seorang Kurir Ditangkap
Polisi dari Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menangkap seorang tersangka kurir narkoba berinisial H (42), warga Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara. Tersangka ditangkap berikut barang bukti narkoba jenis sabu seberat 22 kilogram (Kg) dari Jalan Aksara, Kecamatan Tembung, Kota Medan pada Minggu, 11 Mei 2025.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, mengatakan penangkapan H dilakukan setelah polisi menindaklanjuti informasi dari masyarakat yang menyebut adanya aktivitas pengiriman narkoba.
Proses penangkapan. kata Gidion, sempat berjalan dramatis. Karena tersangka sempat berusaha melarikan diri. Namun karena kesigapan petugas, tersangka berhasil ditangkap.
“Tersangka ditangkap berikut barang bukti 22 kilogram sabu dalam kemasan bermerek Gwangjiwang,” ujar Kombes Gidion dalam keterangannya, Rabu (14/5/2025).
Gidion menyebut dari hasil pemeriksaan, sabu seberat 22 kg tersebut rencananya akan dikirim ke kawasan Pancurbatu, Deliserdang, Sumatra Utara. Barang haram itu didapat tersangka H dari seseorang yang kini juga tengah diburon polisi.
“Untuk jasanya sebagai kurir, tersangka telah menerima upah senilai Rp20 juta,” ujarnya.
Gidion mengungkapkan, tersangka H bukanlah pemain baru dalam perdagangan gelap narkoba. Tersangka H merupakan seorang residivis dalam kasus yang sama.
“Pengakuan tersangka, bahwa dia telah dua kali berhasil mengantarkan narkoba ke Medan. Keterangan tersangka ini akan terus kita dalami untuk menelusuri jejak dari jaringan narkoba kelompok tersangka ini,” tegasnya.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tinjau pasar murah di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (13/5/2025).
Didampingi Bupati Malang Sanusi, Forkopimda Malang dan Kepala Perangkat Daerah Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah mengapresiasi masyarakat Malang yang begitu antusias menyambut gelaran pasar murah ini. Terutama karena pasar murah menyediakan aneka bahan pokok dengan harga terjangkau di bawah harga pasar.
Pasar murah digelar sebagai upaya meningkatkan daya beli dan mendekatkan akses bahan pokok yang terjangkau bagi masyarakat.
“Alhamdulillah antusiasme masyarakat begitu tinggi menyambut gembira pasar murah karena bahan pokok yang dijual lebih murah dari harga pasar,” kata Gubernur Khofifah.
Pasar murah ini, lanjutnya, digelar agar dapat mengendalikan inflasi dan mewujudkan ketahanan pangan di Jawa Timur.
Sejumlah bahan pangan yang dijual berupa beras, minyak, gula, telur, ayam, bawang putih, bawang merah dan juga telur ayam. Semua yang disediakan di pasar murah Singosari ini jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET),
Misalnya untuk beras premium dijual Rp14.000 per kg, untuk harga di Kabupaten Malang Rp 14.670 per kg, sedangkan untuk HET diketahui ada di angka Rp14.900 per kg. Total 200 kg beras premium yang disediakan di sini.
Kemudian beras medium di sini dijual dengan harga Rp12.000 per kg, padahal harga di pasar Kabupaten Malang adalah Rp12.700 per kg, sedangkan HET ada di angka Rp12.500 per kg. Di pasar murah ini disediakan hingga 3 ton beras medium yang bisa diakses masyarakat.