Perpaduan film dan konser “Samsara” tampil di Indonesia Bertutur 2024

Pertunjukan film yang dipadukan dengan konser musik (cine-concert) karya sutradara Garin Nugroho bertajuk “Samsara” pertama kali dipentaskan di Indonesia pada perhelatan Indonesia Bertutur 2024 di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali.

Pembina Yayasan Puri Kauhan dari Ubud AA Gde Odeck Ariawan yang turut hadir menyaksikan pertunjukan cine-concert “Samsara” mengapresiasi berbagai aspek yang ditampilkan mulai dari cerita, komposisi musik, tata gambar dan gerak, hingga sinkronisasi gambar dengan musik.

“Topik ceritanya sangat menyentuh dasar pemikiran saya sebagai orang Bali, di samping semua karakter dan semua pihak yang terlibat sangat berbakat. Tata artistik, penceritaan, pengambilan gambar, dan tata gerak, semuanya luar biasa,” kata Gde dalam keterangan resminya, Sabtu.

Samsara merupakan sebuah film bisu hitam putih yang dibintangi aktor Ario Bayu dan penari keturunan Indonesia-Australia, Juliet Widyasari Burnett dengan iringan paduan musik gamelan Bali dan musik elektronik.

Karya ini dipersembahkan oleh Cineria Films, Garin Workshop, dan Lynx Films, yang dibuat bersama dengan Esplanade-Theatres on the Bay Singapura, bekerja sama dengan Silurbarong.co, serta didukung oleh Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Film “Samsara” mengambil latar tempat di Bali di tahun 1930-an, bercerita tentang seorang pria dari keluarga miskin yang ditolak lamarannya oleh orang tua kaya dari perempuan yang dicintainya. Dia melakukan perjanjian gaib dengan Raja Monyet dan melakukan ritual gelap untuk mendapatkan kekayaan.

Namun, dalam prosesnya, ritual ini justru mengutuk istri dan anaknya hingga menderita. “Samsara” menampilkan banyak elemen pertunjukan tradisional Bali seperti orkestra gamelan, tari tradisional, topeng, dan wayang yang dipadukan dengan musik elektronik digital serta tari dan topeng kontemporer.

Pertunjukan musik Gamelan Bali dibawakan oleh Wayan Sudirana, seorang komposer musik dan etnomusikologi lulusan University of British Columbia,

Selain itu, musik elektronik digital dibawakan oleh grup musik Gabber Modus Operandi, yaitu Kasimyn dan Ican Harem, yang menyajikan hasil persilangan beberapa genre musik. Mereka berkolaborasi dengan bintang musik internasional Bjork dalam albumnya bertajuk “Fossora” (2022).

Produksi Samsara juga turut menampilkan seniman dan penari ternama Indonesia dan Bali, di antaranya Gus Bang Sada, Siko Setyanto, Maestro tari I Ketut Arini, Cok Sawitri, Aryani Willems, koreografer Ida Ayu Wayan Arya Satyani, dan penari-penari dari Komunitas Bumi Bajra dari Bali.

Selain itu, melibatkan para pembuat film yang telah berpengalaman dan mendapatkan penghargaan atas karya-karyanya. Mereka adalah produser Gita Fara dan Aldo Swastia, penata busana Retno Ratih Damayanti, penata artistik Vida Sylvia, dan sinematografer Batara Goempar, I.C.S.

Sutradara Garin Nugroho mengungkapkan “Samsara” terinspirasi dari kecintaannya pada film klasik Jerman era 1920-an seperti “Nesferatu” (1922) dan “Metropolis” (1927), yang membawanya kembali menggali tradisi lokal.

“Membuat karya ini bagi saya seperti memimpin dan menjalankan upacara tradisi yang hidup di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, mencipta ‘Samsara’ adalah berupacara dengan berbagai profesi, seperti juru rias, juru masak, juru panggung, penari, pemusik, ketua upacara, dan lain-lain,” ujar Garin.

“Setiap upacara merepresentasikan kondisi sosial ekonomi dan lingkungan masyarakat, sehingga dalam proses kreatif ‘Samsara’, setiap pemain harus mampu membawa dalam dirinya situasi sosial budaya dalam penciptaan ‘Samsara’,” imbuhnya.

pragmatic slot online

AP II salurkan bantuan kaki palsu dan pengobatan mata gratis

 PT Angkasa Pura (AP) II Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menyalurkan dana tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) perusahaan tersebut berupa pemberian kaki palsu dan pengobatan mata gratis kepada anak-anak di sekitar kawasan bandara.

“Dalam rangka HUT Ke-79 RI dan 40 tahun PT Angkasa Pura II Injourney Airports, PT Angkasa Pura II Kantor Cabang BIM melaksanakan dua program TJSL sekaligus,” kata Executive General Manager PT Angkasa Pura II Kantor Cabang BIM Indrawansyah di Padang, Sabtu.

Indrawansyah mengatakan pemberian kaki palsu bagi penyandang disabilitas serta pengobatan mata gratis bagi anak-anak sekolah dasar merupakan bukti komitmen Angkasa Pura II selaku bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada masyarakat terutama di sekitar kawasan bandara.

Ia mengatakan untuk pengukuran kaki palsu PT Angkasa Pura II BIM bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Padang. Program ini setiap tahunnya juga berkolaborasi dengan Kick Andy Foundation. Khusus pemberian kaki palsu dilaksanakan langsung di area Angkasa Pura II.

Sementara, program TJSL pemeriksaan mata gratis dilaksanakan langsung di Sekolah Dasar Negeri 22 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman yang diikuti 64 anak didik. Selain siswa, para guru di sekolah tersebut juga ikut serta mengikuti program sosial itu.

Program TJSL berupa pemberian kaki palsu bagi disabilitas dan pemeriksaan mata gratis tersebut diharapkan memberikan manfaat yang positif terhadap masyarakat, agar merasakan kehadiran Angkasa Pura II khususnya di sektor sosial.

Selain melakukan pemeriksaan mata gratis, Angkasa Pura II Kantor Cabang BIM juga menyiapkan kaca mata gratis kepada masing-masing anak didik yang mendapat layanan TJSL tersebut.

“Apabila sewaktu pemeriksaan mata terdapat hal khusus, Angkasa Pura akan menindaklanjuti sampai hasilnya maksimal,” ujar dia.

Senada dengan itu, Manager FHR Angkasa Pura II BIM, M Ikhbar Sungkar mengatakan ke depannya program TJSL perusahaan pelat merah tersebut akan terus dimaksimalkan, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Program itu misalnya bedah rumah, bidang kesehatan, dan program kemasyarakatan lainnya.

“Kita juga sedang mengusulkan program beasiswa bagi pelajar berprestasi agar mereka bisa memaksimalkan pendidikannya,” ucap dia.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Sosial Kota Padang, Hendri menyambut baik program TJSL PT Angkasa Pura II BIM karena dinilai berkontribusi terhadap lingkungan sosial masyarakat. Pemerintah daerah juga berharap program tersebut terus berlanjut untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kita berharap program TJSL BUMN terus berjalan sehingga membantu masyarakat yang terkendala biaya untuk pengobatan dan sejenisnya,” harap dia.

slot online gampang menang

KAI Commuter bagikan bendera untuk meriahkan HUT RI

 KAI Commuter meriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-79 dengan melakukan pembagian bendera merah putih, balon dan coklat kepada para pengguna Commuter Line untuk lebih menumbuhkan cinta tanah air dan sebagai apresiasi kepada para pengguna KRL, pada Sabtu, (17/8).

VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus mengatakan, hal ini juga menjadi salah satu cara menghargai perjuangan para pahlawan.

“Pembagian bendera merah putih ini juga sebagai ungkapan apresiasi atas jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia,” Kata Joni dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu.

Untuk merayakan HUT RI ke 79 ini juga KAI Commuter meluncurkan Kartu Multi Trip (KMT) berdesain tematik dengan mengusung “Nusantara Baru Indonesia Maju” warna merah dan putih.

KMT sudah dapat dibeli di seluruh Stasiun KRL Commuter Line Jabodetabek dan Yogyakarta-Solo. Tersedia 20 ribu kartu yang dijual untuk para pengguna dengan harga Rp40 ribu sudah termasuk saldo Rp10 ribu.

Pembagian bendera merah putih, balon, dan coklat ini dilakukan di dalam KRL dan di area peron Stasiun Juanda, Jakarta Kota, dan Stasiun Manggarai terutama kepada anak-anak yang menggunakan Commuter Line pada hari libur perayaan Kemerdekaan RI tahun ini.

Pemberian bendera merah putih kepada pengguna anak-anak ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme sejak dini. Joni juga mengingatkan kembali, bagi pengguna Commuter Line yang membawa anak minimal usia tiga tahun atau tinggi minimal 90cm sudah diwajibkan untuk membeli tiket.

“Pastikan anak-anak selalu dalam pengawasan selama dalam perjalanan. Bagi pengguna yang menunggu di area peron, selalu dahulukan pengguna yang akan keluar, serta berdiri tidak melewati garis aman dan menghalangi pengguna yang akan keluar dari dalam Commuter Line,” ungkap Joni.

Diharapkan, dengan adanya gerakan pembagian bendera merah putih ini dapat meningkatkan rasa nasionalisme, khususnya pada anak-anak dan generasi muda saat ini.

slot gacor

BKSDA Sultra kibarkan Bendera Merah Putih 79 meter di Puncak Buton

Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara mengibarkan Bendera Merah Putih sepanjang 79 meter di Puncak Padang Kuku, Suaka Margasatwa Lambusango, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton.

Kepala SKW I BKSDA Sultra La Ode Kaida di Buton, Sabtu, mengatakan bahwa pengibaran bendera tersebut dilakukan dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Kapontori.

“Sebanyak 79 orang peserta yang ikut, terdiri atas personel SKW I BKSDA Sultra, mahasiswa, karang taruna, unsur petualang, Pemerintah Desa Lambusango Timur, Kelompok Sadar Wisata Lambusango Timur, KPA (Komunitas Pecinta Alam) Lambusango, dan KPA Tarsius,” kata La Ode Kaida.

Dia menyebutkan bahwa pengibaran Bendera Merah Putih dengan melakukan pendakian puncak tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat kebangsaan dalam bentuk rasa cinta tanah air.

“Sekaligus sebagai upaya memperkenalkan potensi Wisata Alam Puncak Padang Kuku dan melestarikan keanekaragaman hayati di kawasan Konservasi Suaka Margasatwa Lambusango, Kapontori,” ujarnya.

=La Ode Kaida juga mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan pengibaran Bendera Merah Putih sepanjang 79 meter di Puncak Padang Kuku tersebut juga diberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan kebakaran hutan dan lahan.

“Mengingat Puncak Padang Kuku merupakan daerah terindikasi rawan kebakaran,” ungkapnya.

Dia menyampaikan bahwa para peserta yang ikut dalam pengibaran bendera itu juga sekaligus melaksanakan bakti sosial dengan memungut sampah di sekitar puncak dan di sepanjang jalur pendakian.

“Ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi jumlah sampah yang dibuang sembarangan,” jelasnya.

La Ode Kaida juga mengimbau seluruh peserta yang ikut serta dalam kegiatan itu untuk terus menjaga alam, khususnya keanekaragaman hayati, baik itu flora maupun fauna.

kera4d

Soekarno-Hatta dan pelajaran penting persahabatan pemimpin

79 tahun yang lalu menjadi saksi dua Bapak Bangsa, Soekarno-Hatta, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, yang sekaligus menjadi bukti bangsa ini telah menaklukkan segala penjajahan di negeri ini.

Perjalanan kemerdekaan bangsa ini tak pernah lepas dari kiprah dua proklamator tersebut yang kemudian dijuluki sebagai Dwi Tunggal, sebuah pengakuan dari rakyat Indonesia bahwa kedua pemimpin tersebut tak dapat dipisahkan dan saling mengisi satu sama lain.

Bung Hatta dan surat-suratnya yang ditulis untuk Soekarno menunjukkan sebuah integritas bahwa persahabatan mesti diletakkan di atas kepentingan politik.

Putri Pertama Bung Hatta, Meutia Farida Swasono atau yang akrab dipanggil Meutia Hatta, memberi kesaksian betapa ayahnya terus mendukung Presiden Soekarno meski sudah tak lagi menjabat sebagai Wakil Presiden karena mengundurkan diri pada tahun 1956.

Meutia menyampaikan hal tersebut pada pembukaan Pameran Arsip Bung Hatta di Gedung Pameran Tetap Arsip Statis Presiden Soekarno, Jakarta Barat, sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Ke-122 Mohammad Hatta yang jatuh pada 12 Agustus 2024.

“Bung Karno dan Bung Hatta, walaupun mereka tidak bersama dan tidak sejalan lagi–kalau tidak sejalan–Bung Hatta menulis surat kepada Bung Karno dan itu tidak diumbar. Walaupun misalnya saat itu ada media sosial, Bung Hatta tidak akan menyampaikannya, karena nasihat beliau adalah untuk Bung Karno, dan ini adalah urusan antara sahabat dengan sahabat,” kata Meutia.

Hubungan Soekarno dengan Hatta yang tetap terjalin dengan baik sebagai sahabat meski kerapkali berbeda pendapat dalam berbagai hal. Ini menjadi pelajaran penting bahwa meski Bung Hatta tak lagi mendampingi Soekarno, mereka tetap berjuang untuk kemajuan bangsa di bawah Pancasila yang telah dirumuskan bersama dengan rakyat Indonesia.

Hubungan spesial tersebut dirasakan begitu kuat oleh orang-orang di sekeliling Soekarno-Hatta, termasuk Meutia sebagai anaknya, bahwa kepentingan mereka selalu murni untuk bangsa, antara seorang pejuang dengan pejuang yang saling membangun untuk kejayaan Bangsa Indonesia.

Dari Dwi Tunggal Soekarno-Hatta tersebut, ada pelajaran tentang pentingnya pemimpin bangsa untuk memiliki pemikiran yang sama untuk menghadapi berbagai jenis tantangan yang dihadapi bangsa ini.

Selain itu, melalui Dwi Tunggal, anak-anak muda juga diajak bagaimana memimpin dan menjaga negara agar tidak goyah dari tujuan semula demi kemajuan Indonesia.

“Menjadi contoh yang penting bahwa pejabat itu tidak boleh saling memaki, harus saling memahami benar atau salahnya, dan bekerja sama untuk saling meluruskan. Jadi, jangan sampai yang satu ke mana, yang lain ke mana, akhirnya bermusuhan dan menjadi tidak waspada, karena nasionalisme bisa luntur dan kita mudah terkena serangan dari luar,” ucap Meutia.

Meutia mengisahkan bahwa Hatta termasuk salah seorang yang beruntung karena dapat mengenyam pendidikan selama kurang lebih 11 tahun di Belanda. Sebagai rakyat yang tidak datang dari kalangan bangsawan, atas kecakapannya  Hatta mampu bersaing secara global dan berhasil menjadi sarjana ekonomi pada tahun 1932.

Pada tahun 1932 itulah, Hatta akhirnya bertemu Soekarno di Bandung. Soekarno saat itu juga baru saja keluar dari Penjara Sukamiskin.

Selama menempuh pendidikan di negeri kincir angin, Hatta menyaksikan ketidakadilan yang dialami oleh masyarakat pendatang dan bukan keturunan kulit putih, sehingga ia bertekad untuk kembali ke Tanah Air dan memerdekakan Bangsa Indonesia.

“Bung Hatta melihat orang-orang di Belanda ketika lulus sekolah bisa melanjutkan kuliah atau pergi dengan bebas ke Hindia-Belanda, sedangkan di Indonesia anak-anak sulit sekolah,” ujar Meutia.

Sejak saat itulah, Bung Hatta masuk ke organisasi Perhimpunan Indonesia, yang terdiri atas para mahasiswa Indonesia yang bekerja dan belajar di Belanda.

“Beliau bertekad, ketika kembali ke Indonesia tidak mau lagi sekolah untuk menjadi manajer atau meneruskan bisnis kakeknya yang merupakan seorang saudagar di Sumatera, tetapi beliau mau memerdekakan Indonesia,” sambungnya.

Berdasarkan data dari Ensiklopedia Sejarah Indonesia (ESI) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Soekarno dan Hatta adalah representasi pejuang kemerdekaan Indonesia yang bergerak di jalannya masing-masing.

Pada tahun 1926, Hatta menjadi Ketua Perhimpunan Indonesia, sedangkan pada tahun 1927, Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia bersama enam kawannya. Meski keduanya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di dua tempat yang berbeda, mereka tetap memiliki tujuan yang sama, yakni Indonesia merdeka.

Sepulangnya ke Indonesia, Hatta melanjutkan perjuangannya pada Pendidikan Nasional Indonesia, sedangkan Soekarno akhirnya bergabung dan menjadi Ketua Partai Indonesia (Partindo).

Menurut Meutia, kerja sama Soekarno-Hatta bukan hanya sekadar untuk Proklamasi kemerdekaan, melainkan mereka satu rasa dan satu hati untuk memerdekakan bangsa, memunculkan rasa bertanggung jawab sebagai proklamator untuk melaksanakan kemerdekaan dalam waktu sesingkat-singkatnya demi Indonesia yang berdaulat, bersatu, adil, dan makmur.

Pelaksana Tugas Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Imam Gunarto menyampaikan, salah satu arsip paling menarik yang ditampilkan dalam Pameran Arsip Bung Hatta yakni pernyataan bersama pada 14 September 1957 antara Bung Karno dan Bung Hatta setelah Bung Hatta tidak lagi menjabat sebagai Wakil Presiden RI.

Pada pernyataan tersebut tertulis bahwa keduanya tetap teguh untuk mempertahankan Pancasila dan menjalankan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 untuk kemakmuran bangsa dan negara.

Setelah tak menjabat sebagai Wakil Presiden, Hatta lebih banyak berhubungan langsung kepada masyarakat, sedangkan Soekarno melanjutkan kepemimpinannya untuk membentuk Bangsa Indonesia yang berdaulat.

Pelajaran lain yang dapat diambil yakni ketika Hatta ingin mengkritik Soekarno, ia lebih sering menyampaikannya lewat surat dan buku sehingga bisa disimpan secara rapi demi menjaga kerahasiaan dan integritas satu sama lain.

Imam menegaskan memori kolektif bangsa tentang Dwi Tunggal Bung Karno dan Bung Hatta terus dijaga dan disosialisasikan kepada masyarakat agar tidak lupa bahwa kekuatan Dwi Tunggal tersebut dapat menjadi bekal untuk berjuang membangun bangsa.

Bagi milenial dan Generasi Z, perjalanan hidup Dwi Tunggal itu dapat menjadi pembelajaran bahwa semua kenyamanan dan keamanan yang dinikmati bangsa saat ini tak lepas dari perjuangan Soekarno-Hatta dan para pejuang kemerdekaan.

Sudah selayaknya nilai-nilai perjuangan tersebut menjadi spirit bagi anak-anak muda agar tidak menjadi generasi apatis dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

kas138

Jokowi rides to Nusantara with top officials, celebrities

President Joko Widodo (Jokowi) on Sunday rode a motorcycle with several high officials and public figures through a toll road to Nusantara Capital City (IKN) in East Kalimantan.

Jokowi wore a black touring jacket and led the entourage. Behind him were Minister of Public Works and Public Housing Basuki Hadimuljono and some public figures, including celebrity couple Raffi Ahmad and Nagita Slavina.

The touring group traversed the toll road to Nusantara and the Pulau Balang Bridge, where Jokowi launched the supporting infrastructure.

“We have tried the toll road, which is not 100 percent complete; it was smooth and comfortable,” the president said.

He joked that the group had to chase Minister Hadimuljono, who was riding too fast ahead of them.

“We had to chase him; otherwise, we would have been left far behind,” Jokowi said

Indonesia steps up Sumatran tiger conservation

 Indonesia is intensifying efforts to protect Sumatran tigers through community engagement and conservation partnerships.

During the Global Tiger Day 2024 event in Jakarta on Sunday, Ismanto, head of Bukit Barisan Selatan National Park (TNBBS), highlighted the park’s collaboration with partners to safeguard Sumatran tigers (Panthera tigris sumatrae).

Beyond securing the conservation area, TNBBS focuses on community education to shift local perspectives on wildlife.

“We aim to transform negative mindsets into positive ones,” Ismanto explained.

Improving local livelihoods is a key strategy to reduce human-tiger conflict.

“By providing alternative income sources, we hope to minimize negative interactions with tigers,” he added.

Every July 29, the TNBBS organizes educational events to raise awareness about the importance of protecting endangered Sumatran tigers.

Ardi Bayu Firmansyah, a senior manager at Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), emphasized the role of collaboration in boosting tiger populations.

Since 2012, tiger numbers in the area have doubled from 24 to 50, he said.

“Our region boasts an exceptional tiger density of six individuals per 100 square kilometers, the highest in Southeast Asia,” Firmansyah stated.

He reminded stakeholders about the critical need for ample space and prey for Sumatran tigers to thrive.

Indonesia’s Prabowo seeks IOC nod for pencak silat

President of the International Pencak Silat Federation (IPSF), Prabowo Subianto, aspires to see pencak silat included as an Olympic sport.

This was conveyed by Chairman of the Indonesian National Olympic Committee (NOC), Raja Sapta Oktohari, after accompanying Prabowo to a meeting with International Olympic Committee (IOC) President Thomas Bach in Paris on Saturday.

According to Oktohari, Prabowo’s attendance at the pencak silat exhibition at Pullman Paris Montparnasse further demonstrated his commitment to making the martial art an Olympic sport.

“‘We hope that pencak silat, as Indonesian heritage and pride, can be introduced to the world,” Oktohari said.

President of the Alliance of Independent Recognized Member of Sports (AIMS), Stephan Fox, along with representatives of national pencak silat federations from several countries, also attended the exhibition.

Oktohari reported that the AIMS President has pledged his support to assist Indonesia in gaining recognition for pencak silat and integrating it into the Olympic events, including the Youth Olympics and the Summer Olympics.

To achieve this goal, NOC Indonesia, the Indonesian Pencak Silat Federation, and IPSF will establish a task force to ensure pencak silat meets the requirements set forth by AIMS and the IOC.

Pencak silat has already fulfilled several criteria for IOC recognition. Over 80 countries have established their own national pencak silat federations, and the World Pencak Silat Championship has been held more than 20 times.

Oktohari highlighted pencak silat’s status as a UNESCO heritage, further strengthening its case for inclusion as an Olympic sport.

“There are many conditions that must be met, one of which is adhering to the World Anti-Doping Agency’s (WADA) Code,” he said.

He mentioned Indonesia’s aspirations to host the 2030 Youth Olympics and the 2036 Olympics.

“If Indonesia is awarded these opportunities, pencak silat could potentially be included as a contested sport,” he said.

Jokowi awaits ministers for first cabinet meeting in Nusantara

President Joko Widodo (Jokowi) said that the first cabinet meeting at the new presidential palace in Nusantara Capital City (IKN), East Kalimantan, is awaiting the return of several ministers who are currently abroad.

“The meeting will be held after some ministers return home, as they are still in Paris,” he said during his visit to Nusantara on Sunday.

In the new capital city, he inspected and launched several infrastructure projects. He also invited public figures, including celebrities, to attend the event.

Jokowi and First Lady Iriana will spend the night at the presidential palace on Sunday and will work from his new office on Monday, according to an official at the Presidential Secretariat.

Jokowi names Nusantara’s Presidential Office as “Garuda Palace”

President Joko Widodo (Jokowi) decided to name the Presidential Office in Indonesia’s new capital, Nusantara, as “Garuda Palace”, according to Public Works and Public Housing Minister Basuki Hadimuljono.

“The president conveyed that this building should be called ‘Garuda Palace’ instead of ‘Presidential Office,'” Hadimuljono stated at a press conference in Nusantara’s Garuda Palace following a meeting with the president here on Monday.

According to the minister, Jokowi stated that the Presidential Palace, his official residence, should be called “State Palace.”

Hadimuljono, concurrently serving as acting chief of the Nusantara Capital Authority (OIKN), affirmed that the new capital’s palace names are official and should be used during public conversations to refer to the palace.

Garuda Palace got its name from the Garuda-shaped outermost ornamental cover of the palace, for which the final section was installed on July 12.

The two palaces are located in the same presidential palace complex in Nusantara City. The Garuda Palace, the president’s office, is the upper part of the palace building, while the State Palace is below it.

The government is revving up preparations for the inaugural Independence Day ceremony in Nusantara City to commemorate Indonesia’s 79th year of independence, which, in a break from tradition, will take place both in Nusantara and Jakarta.

President Joko Widodo, accompanied by President-elect Prabowo Subianto, will preside over the ceremony in Nusantara. Meanwhile, Vice President Ma’ruf Amin will chair the ceremony in Jakarta with Vice President-elect Gibran Rakabuming Raka.